A. FAKTOTIAL
Faktorial dari bilangan
asli n adalah hasil
perkalian antara bilangan bulat positif yang kurang dari atau sama dengan n. Faktorial ditulis sebagai n! dan disebut n faktorial.
Secara umum dapat dituliskan sebagai:
n!=n⋅(n−1)⋅(n−2)⋅(n−3)⋅...⋅3⋅2⋅1
Sebagai contoh, nilai dari 7! adalah 7⋅6⋅5⋅4⋅3⋅2⋅1=5040. Berikut
ini adalah daftar sejumlah faktorial :
n n!
0 1
1 1
2 2
3 6
4 24
5 120
6 720
7 5040
8 40320
9 362880
10 3628800
12 479001600
14 87178291200
16 20922789888000
18 6402373705728000
20 2432902008176640000
25 1.5511210043×1025
42 1.4050061178×1051
50 3.0414093202×1064
70 1.1978571670×10100
100 9.3326215444×10157
450 1.7333687331×101.000
1000 4.0238726008×102.567
3249 6.4123376883×1010.000
10000 2.8462596809×1035.659
25206 1.2057034382×10100.000
100000 2.8242294080×10456.573
205023 2.5038989317×101.000.004
1000000 8.2639316883×105.565.708
0 1
1 1
2 2
3 6
4 24
5 120
6 720
7 5040
8 40320
9 362880
10 3628800
12 479001600
14 87178291200
16 20922789888000
18 6402373705728000
20 2432902008176640000
25 1.5511210043×1025
42 1.4050061178×1051
50 3.0414093202×1064
70 1.1978571670×10100
100 9.3326215444×10157
450 1.7333687331×101.000
1000 4.0238726008×102.567
3249 6.4123376883×1010.000
10000 2.8462596809×1035.659
25206 1.2057034382×10100.000
100000 2.8242294080×10456.573
205023 2.5038989317×101.000.004
1000000 8.2639316883×105.565.708
Definisi
Fungsi faktorial didefinisikan
sebagai:
Selain definisi tersebut, terdapat
juga definisi secara rekursif, yang didefinisikan untuk n≥0
Untuk n yang sangat besar, akan terlalu melelahkan untuk
menghitung n! menggunakan kedua definisi tersebut. Jika
presisi tidak terlalu penting, pendekatan dari n! bisa
dihitung menggunakan rumus Stirling:
B. BILANGAN FIBONACCI
Penjelasan: barisan ini berawal dari 0 dan 1, kemudian angka berikutnya
didapat dengan cara menambahkan kedua bilangan yang berurutan sebelumnya.
Dengan aturan ini, maka barisan bilangan Fibonaccci yang pertama adalah:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55,
89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946...
Barisan bilangan Fibonacci dapat
dinyatakan sebagai berikut:
Fn = (x1n –
x2n)/ sqrt(5)
dengan
·
Fn adalah bilangan Fibonacci ke-n
·
x1 dan x2 adalah
penyelesaian persamaan x2 – x – 1 = 0.
Perbandingan antara Fn+1 dengan Fn hampir
selalu sama untuk sebarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini
nilainya tetap. Perbandingan itu disebut rasio emasyang
nilainya mendekati 1,618
C.
PERKALIAN
Perkalian adalah operasi matematika penskalaan satu bilangan
dengan bilangan lain. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di
dalam aritmetika dasar (yang lainnya adalah perjumlahan, perkurangan, dan perbagian).
Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan di
dalam suku-suku perjumlahan yang diulang-ulang; misalnya, 3 dikali 4
(seringkali dibaca "3 kali 4") dapat dihitung dengan menjumlahkan 3
salinan dari 4 bersama-sama:
Perkalian bilangan rasional (pecahan)
dan bilangan real didefinisi oleh perumuman gagasan dasar ini.
Perkalian dapat juga digambarkan sebagai pencacahan objek yang disusun di
dalam persegi panjang (untuk semua bilangan) atau seperti halnya
penentuan luas persegi
panjang yang sisi-sisinya memberikan panjang (untuk
bilangan secara umum). Balikan dari perkalian adalah perbagian: ketika 3 kali 4
sama dengan 12, maka 12 dibagi 3 sama dengan 4.
Perkalian diperumum ke jenis bilangan lain (misalnya bilangan kompleks) dan ke
konstruksi yang lebih abstrak seperti matriks.
Sifat-Sifat
Untuk bilangan real dan kompleks, yang
meliputi bilangan asli, bilangan bulat dan pecahan, perkalian
memiliki sifat sebagai berikut:
ü Sifat Komutatif
Urutan di mana dua nomor dikalikan
tidak menjadi masalah:
ü Sifat Asosiatif
ü Sifat Distributif
Identitas ini adalah sangat penting
dalam menyederhanakan ekspresi aljabar:
ü Unsur Identitas
Identitas
perkalian adalah 1; apa pun jika dikalikan dengan satu akan menghasilkan
bilangan itu sendiri. Hal ini dikenal sebagai sifat identitas:
ü Unsur Nol
Setiap angka dikalikan dengan nol
adalah nol. Hal ini dikenal sebagai sifat nol perkalian:
Ada sejumlah
sifat perkalian lainnya yang tidak selalu berlaku untuk semua jenis bilangan.
ü Negasi
Minus satu dikali minus satu adalah
positif satu.
Sistem
matematika lainnya yang mencakup operasi perkalian mungkin tidak memiliki semua
sifat ini. Misalnya, perkalian tidak komutatif untuk matriks.
D. PENGERTIAN BILANGAN BERPANGKAT
Dalam memahami pengertian
bilangan berpangkat dapat dijelaskan melalui rumus berikut :
an = a x a x a x a x
a ... x a sebanyak n
Aturan Dasar Pengoperasian Bilangan Berpangkat
Berikut 8 rumus
dalam materi bilangan berpangkat yang admin rasa kalian harus memahami
konsepnya karena akan sangat berguna untuk penyelesaian soal-soal matematika
yang berhubungan dengan pangkat. yuk simak baik-baik.
·
Perkalian bilangan berpangkat yang bilangan pokoknya
sama
Rumus : ap x
aq = ap+q
Contoh :
a. 23 x 22 = 23+2 = 25
b. 10-1 x 105 = 10-1+5 = 104
c. 5 x 55 = 51+5 = 56
Contoh :
a. 23 x 22 = 23+2 = 25
b. 10-1 x 105 = 10-1+5 = 104
c. 5 x 55 = 51+5 = 56
- Pembagian
bilangan berpangkat yang bilangan pokoknya sama besar
Rumus : ap :
aq = ap-q
Contoh :
a. 23 : 22 = 23-2 = 21 = 2
b. 10-1 : 105 = 10-1-5 = 10-6
c. 5 : 55 = 51-5 = 5-4
Contoh :
a. 23 : 22 = 23-2 = 21 = 2
b. 10-1 : 105 = 10-1-5 = 10-6
c. 5 : 55 = 51-5 = 5-4
- Pemangkatan
bilangan berpangkat
Rumus : (ap)q =
apxq
contoh :
a. (34)2 = 34x2 = 38
b. (6-2)3 = 6-2x3 = 6-6
contoh :
a. (34)2 = 34x2 = 38
b. (6-2)3 = 6-2x3 = 6-6
- Pemangkatan
dari perkalian dua bilangan
Rumus : (a x b)p = ap x bp
Contoh :
a. (2 x 5)2 = 22 x 52 = 4 x 25 = 100
b. 24 x 54 = (2 x 5)4 = 104 = 10000
Contoh :
a. (2 x 5)2 = 22 x 52 = 4 x 25 = 100
b. 24 x 54 = (2 x 5)4 = 104 = 10000
- Pemangkatan
dari pembagian dua bilangan
Rumus : (a : b)p = ap : bp
Contoh :
a. (2 : 5)2 = 22 : 52 = 4 : 25 = 1/4
b. 24 : 54 = (2 : 5)4
Contoh :
a. (2 : 5)2 = 22 : 52 = 4 : 25 = 1/4
b. 24 : 54 = (2 : 5)4
- Bilangan
berpangkat negatif
- Bilangan
berpangkat pecahan
E. FAKTOR
PERSEKUTUAN TERBESAR
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
dari dua bilangan adalah bilangan bulat positif
terbesar yang dapat membagi habis kedua bilangan itu.
Dalam bahasa Inggris FPB dikenal dengan Greatest Common
Divisor (GCD), sering djiuga disebut sebagai Greatest Common
Factor (GCF) atau Highest Common Factor(HCF),
Contoh
Cara sederhana dapat digunakan untuk
mencari FPB dari 2 atau 3 bilangan yang tidak terlalu besar, namun untuk
bilangan yang lebih besar sebaiknya menggunakan carafaktorial.
Cara sederhana
Mencari FPB dari 12 dan 20:
·
Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6 dan 12
·
Faktor dari 20 = 1, 2, 4, 5, 10 dan 20
·
FPB dari 12 dan 20 adalah faktor sekutu
(sama) yang terbesar, yaitu 4.
Mencari FPB dari 15 dan 25:
·
Faktor dari 15 = 1, 3, 5', dan 15
·
Faktor dari 25 = 1, 5, dan 25
·
FPB dari 15 dan 25 adalah faktor sekutu
(sama) yang terbesar, yaitu 5.
coba cari jawaban FPB dari 24 dan 36 adalah...faktor dari 24
adalah berikut 1,2,3,4,6,8,12,24
Cara Mencari FPB dengan M. Excel
Memanfaatkan Microsoft Excel yang
pastinya ada di komputer kita untuk mencari FPB merupakan cara yang sangat
praktis dan mudah. Misalkan: Tentukan nilai KPK dan FPBdari 24, 30, dan 36 ! maka langkah pemecahannya dengan
M. Excel adalah:
·
ketikkan aja =GCD(24;30;36) kemudian
enter dan liat hasilnya..
Cara faktorial
Mencari FPB dari bilangan 147, 189 dan 231:
·
Buat pohon faktor dari masing-masing
bilangan:
147 189 231
/ \ / \ / \
3 49 3 63 3 77
/ \ / \ / \
7 7 7 9 7 11
/ \
3 3
·
Susun bilangan dari pohon faktor utk
mendapatkan faktorialnya:
Faktorial 147 = 31 x 72
Faktorial 189 = 33 x 71
Faktorial 231 = 31 x 71 x 111
·Ambil faktor-faktor
yang sekutu (sama) dari ketiga faktorial tersebut, dalam hal ini 3 dan 7.
·Kalikan faktor-faktor
sekutu yang memiliki pangkat terkecil, dalam hal ini 31 x 71 = 21.
·Maka FPB dari bilangan
147, 189 dan 231 adalah 21.
Dengan kata lain, tidak ada bilangan yang lebih besar dari 21 yang dapat
membagi habis bilangan 147, 189 dan 231.
·Anom dalam Intelegen of
East, KPK adalah Kelipatan Persekutuan Terkecil.
Algoritma Euklidean
Cara lain untuk mencari FPB adalah dengan menggunakan algoritma Euklidean. Misalkan a dan b adalah 2 bilangan bulat yang tidak sama,
maka algoritma Euklidean adalah sebagai berikut:
·
a1 = maximum(a,b)-minimum(a,b)
b1 = minimum(a,b)
·
a2 = maximum(a1,b1)-minimum(a1,b1)
b2 = minimum(a1,b1)
·
ai = maximum(ai-1,bi-1)-minimum(ai-1,bi-1)
bi = minimum(ai-1,bi-1)
Algoritma tersebut berhenti hingga diperoleh ai = bi
FPB dari a dan b adalah ai = bi
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar