ANALISIS
PERAMALAN HASIL PERTANDINGAN SEPAK BOLA EPL
Abstrak
Semua orang
tentu mengenal sepak bola dari usia kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai orang
tua, baik pria maupun wanita. Sepak bola merupakan olahraga yang sangat
popular, baik dari desa-desa terpencil hingga kota-kota besar di seluruh dunia.
English Premier League (EPL) merupakan salah satu kompetisi/liga sepak bola
yang paling diminati masyarakat dunia khususnya masyarakat di negara Inggris.
Hasil dari sebuah pertandingan sepak bola tidak dapat diketahui secara pasti.
Maka banyak orang yang menebak-nebak siapa yang akan menang di antara kedua tim
yang akan bertanding. Sering dijumpai baik di koran, majalah, tabloid, internet
dan televisi yang meramalkan siapa yang akan menang diantara kedua tim yang
akan bertanding. Hasil peramalan tersebut mungkin diperoleh dengan menggunakan
rumus-rumus tertentu, menebak-nebak berdasarkan pertandingan sebelumnya, atau
berdasarkan feeling. Oleh sebab itu penulis merasa perlu melakukan penelitian
mengenai peramalan sepak bola. Dalam penelitian ini penulis menggunakan
Distribusi Poisson untuk meramalkan hasil pertandingan English Premier League
(EPL). Selain menggunakan Distribusi Poisson, dalam penelitian ini juga
menggunakan Elo Ratings untuk mencari peluang kemenangan setiap tim di setiap
pertandingan yang akan diramalkan. Perhitungan secara persentase digunakan
untuk mengetahui sejauh mana Distribusi Poisson dapat meramalkan hasil (menang,
kalah seri) dalam sebuah pertandingan sepak bola. Perhitungan MAPE digunakan
untuk mengetahui sejauh mana Distribusi Poisson dapat meramalkan skor dalam
sebuah pertandingan sepak bola. Dari penelitian yang telah dilakukan
menunjukkan Distribusi Poisson cukup baik untuk peramalan mengenai menang,
kalah dan seri.
1.
Pendahuluan
Semua orang tentu mengenal sepak bola dari usia kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai
orang tua, baik pria maupun wanita. Sepak bola merupakan olahraga yang sangat
popular, baik dari desa-desa terpencil hingga kota-kota besar di seluruh dunia.
Sepak bola merupakan olahrga yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim terdiri
dari sebelas orang dan menggunakan sebuah bola sebagai salah satu alat untuk
bermain. Setiap tim berusaha memasukan bola tersebut ke gawang lawan. Tim yang
memasukan bola lebih banyak ke gawang lawan akan menjadi pemenang. Secara
keseluruhan tim sepak bola digolongkan menjadi dua jenis pertandingan yaitu
pertandingan antar negara dan klub sepak bola di masing-masing negara. English
Premier League (EPL) merupakan salah satu kompetisi/liga sepak bola yang paling
diminati masyarakat dunia khususnya masyarakat di negara Inggris. Hal tersebut
dikarenakan permainan yang dimainkan oleh klub sepak bola di Inggris merupakan
tempo permainan cepat, sehingga masyarakat sangat terhibur untuk
menyaksikannya. Hasil dari sebuah pertandingan sepak bola tidak dapat diketahui
secara pasti. Maka banyak orang yang menebak-nebak siapa yang akan menang di
antara kedua tim yang akan bertanding. Sering dijumpai baik di koran, majalah,
tabloid, internet dan televisi yang meramalkan siapa yang akan menang diantara
kedua tim yang akan bertanding. Hasil peramalan tersebut mungkin diperoleh
dengan menggunakan rumus-rumus tertentu, menebak-nebak berdasarkan pertandingan
sebelumnya, berdasarkan feeling, atau bahkan berdasarkan keegoisan
masing-masing orang yang merupakan penggemar salah satu tim yang akan bertanding.
Proses peramalan hasil sebuah pertandingan sepak bola dengan menggunakan
perhitungan statistik cukup sulit dilakukan. Hal tersebut dikarenakan perlu
menghitung banyaknya peluang gol yang akan diciptakan oleh masing-masing tim.
Perhitungan secara manual dengan mengguanakan kalkulator akan membutuhkan
banyak waktu dalam menghitung peluang terciptanya sebuah gol. Untuk meramalkan
hasil pertandingan sepak bola dengan cepat, diperlukan bantuan komputer untuk
menghitung peluang gol yang akan diciptakan oleh masingmasing tim. Aplikasi
komputer dapat secara langsung menampilkan peluang terbesar beserta hasil
ramalan untuk sebuah pertandingan sepak bola. Peramalan hasil sebuah
pertandingan sepak bola dapat menggunakan distribusi poisson. Distribusi tersebut
digunakan untuk mengetahui peluang suatu kejadian dalam rentang waktu tertentu.
Peluang banyaknya gol yang akan tercipta oleh masing-masing tim dalam sebuah
pertandingan (90 menit) dapat diperoleh dengan distribusi poisson. Penelitian
mengenai peramalan sepak bola pernah dilakukan oleh beberapa peneliti. Grecu
(2006) menggunakan regresi eksponensial dan distribusi poisson. Emonet (2000)
menggunakan regresi logistik untuk mencari peluang kemenangan setiap tim yang
akan bertanding. Mark dan Stuart (2002) melakukan penelitian dengan berdasarkan
pada model regresi poisson. Karlis dan Ntzoufras (2003) menggunakan Bivariate
Poisson untuk menghitung peluang hasil pertandingan. Karlis dan Ntzoufras
(2007) menggunakan selisih gol yang diciptakan oleh masing-masing tim untuk
meramalkan hasil pertandingan. Endarto (2010) menggunakan poin setiap negara
sebagai koefisien yang akan digunakan dalam distribusi poisson. Peramalan hasil
pertandingan sepak bola ini berguna untuk penggemar sepak bola. Contohnya
komentator sepak bola di media elektronik maupun non elektronik. Komentator
tersebut memberikan pernyataan peramalan hasil pertandingan sepak bola. Dalam
penelitian lain peramalan sepak bola identik dengan taruhan, tetapi penelitian
ini bukan ditujukan ke arah sana. Dalam proses meramalkan perlu diketahui
seberapa akurat perhitungan yang digunakan. Nilai tersebut menjadi tolak ukur
masyarakat untuk mempercayai suatu metode peramalan. Rumusan masalah yang
terdapat didalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana peramalan
hasil pertandingan sepak bola (menang, seri, kalah) dengan bantuan Distribusi
Poisson? Bagaimana ketepatan peremalan hasil pertandingan sepak bola (menang,
seri, kalah) dengan bantuan Distribusi Poisson? Bagaimana ketepatan peramalan
gol dalam setiap pertandingan pada English Premier League? Penelitian ini
memiliki tujuan sebagai berikut: Untuk mengetahui besarnya ketepatan peramalan
hasil pertandingan sepak bola secara keseluruhan yang digunakan dalam
penelitian ini. Untuk mengetahui besarnya kesalahan peramalan gol dalam setiap
pertandingan yang digunakan dalam penelitian ini.
2.
Metode
Penelitian Premier League merupakan liga yang paling banyak ditonton di dunia,
yang paling menguntungkan dan menarik perhatian para pemain top dari seluruh
dunia (Premier League, 2010). Premier League awalnya terdiri dari 22 klub,
tetapi selalu ada niat untuk mengurangi jumlah tersebut menjadi 20 klub untuk
meningkatkan pembangunan, prestasi klub dan level internasional. Hal ini
dicapai pada akhir musim 1994/95 ketika empat klub terdegradasi dari divisi
utama ke divisi kedua dan hanya dua yang dipromosikan dari divisi kedua ke
divisi utama Premier League. Manchester United adalah tim yang paling sukses
dalam sejarah Premier League. Pelatih Sir Alex Ferguson telah memenangkan 12
gelar yang luar biasa dan tidak pernah berada di bawah peringkat ketiga sejak
Premier League diluncurkan pada tahun 1992 (Premier League, 2010). Agar
penelitian peramalan hasil pertandingan sepak bola ini lebih terarah pada
tujuan yang ingin dicapai, maka penelitian ini akan membahas hal-hal sebagai
berikut: Peramalan menggunakan Distribusi Poisson. Aspek yang diuji adalah
peramalan hasil sebuah pertandingan sepak bola dengan menggunakan Distribusi
Poisson selama 4 (Empat) bulan antara September 2011 sampai Desember 2011 (18
pekan pertandingan). Pertandingan-pertandingan yang akan diprediksi adalah
pertandingan Liga Inggris (English Premier League). Data yang digunakan untuk
perhitungan adalah hasil 5 (lima) pertandingan terakhir yang dilaksanakan oleh
masingmasing tim dan poin yang dimiliki oleh masing-masing tim. Poin tim
diperoleh dari www.soccer-rating.com. Data yang diambil dan diramalkan adalah
hasil pertandingan selama 90 menit. Metode ketepatan peramalan yang digunakan
adalah nilai tengah galat persentase absolut. Tidak memasukan faktor-faktor
yang mempengaruhi hasil suatu pertandingan sepak bola seperti cuaca, kondisi
lapangan, supporter, kejujuran pemain dan wasit, kesiapan setiap pemain dalam
tim, strategi dan susunan pemain yang diterapkan sebuah dalam tim, lamanya
waktu pertandingan, jumlah pemain sampai akhir pertandingan, ataupun
pengaruh-pengaruh lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi hasil pertandingan sepak bola. Program aplikasi yang dibuat untuk
menampilkan peramalan hasil skor pertandingan sepak bola.
2.1. Objek,
Jenis, Sumber, dan Variabel Penelitian Objek penelitian yang digunakan adalah
pertandingan liga Inggris (Premier League). Pengumpulan data penelitian
dilakukan selama bulan September 2011 sampai Desember 2011. Data yang digunakan
adalah data kuantitatif dimana poin/rating tim sepak bola diperoleh dari
www.soccer-rating.com. Data hasil pertandingan sebelumnya bersumber dari
www.soccerway.com. Data yang digunakan adalah rating/poin dan jumlah gol yang
diciptakan dan diterima pada pertandingan sebelumnya untuk setiap tim sepak
bola. Variabel yang digunakan adalah rating/poin masing-masing tim, jumlah gol
yang dimasukkan, jumlah gol yang diterima (kemasukkan) oleh masing-masing tim
selama 5 pertandingan dan jumlah pertandingan yang digunakan untuk menghitung
rata-rata gol.
2.2. Teknik
Pengolahan Data Pengolahan data akan dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1.
Menghitung rata-rata gol yang diciptakan dan diterima oleh masing-masing tim
selama 5 pertandingan sebelum pertandingan yang akan berlangsung. 2. Menghitung
peluang kemenangan setiap tim dalam pertandingan tersebut dengan menggunakan
persamaan (The World Football Elo Rating System, 2011): dr adalah seleisih
poin, 100 poin ditambahkan untuk tim tuan rumah. 3. Menghitung rata-rata baru
untuk gol yang akan dihasilkan oleh setiap tim dengan menggunakan persamaan
(Endarto, 2010): µa = (WeA) (RGa + RKb) µb = (WeB) (RGb + RKa) 4. Hitung
peluang yang akan dihasilkan oleh pertandingan tersebut dengan memasukan jumlah
gol yang mungkin diciptakan ke dalam persamaan (Grecu, 2006): 5. Langkah
terakhir adalah mencari nilai terbesar dari beberapa peluang yang dihasilkan
pada langkah nomor 4. Hasil peramalan akan dihitung dengan metode nilai tengah
galat persentase absolut. Analisis dilakukan pada masing-masing jumlah gol yang
dimasukkan, jumlah gol yang diterima di setiap hasil pertandingan sehingga
dapat digunakan untuk pengujian ketepatan peramalan (Makridakis, et.al., 1999).
MAPE = 2.3. Hasil Dan Pembahasan Contoh kasus: Tabel 1 Data Tim Tuan Rumah TIM
Tuan Rumah Nama G5P K5P TG TK Poin Blackburn Rovers 0,1,1,1,3 1,0,1,1,2 6 5
1885.14 Tabel 2 Data Tim Tamu TIM Tamu Nama G5P K5P TG TK Poin Wolverhampton
Wanderers 0,1,3,3,2 3,1,1,1,3 9 9 1919.03 Dari dua tabel di atas didapatkan
We(BlackBurn Rovers) adalah 0,594 dan We(Wolverhampton Wanderers) adalah 0,594.
Rata-rata baru untuk gol yang akan dihasilkan | | 1 1 ∑= n i PEi n oleh
BlackBurn Rovers adalah 1,782 ≈ 2 gol dan Wolverhampton Wanderers senilai
1,1368 ≈ 1 gol. Banyak kejadian skor yang mungkin terjadi dalam sebuah
pertandingan yaitu 0-0, 1-0, 0- 1, 1-1, dan seterusnya. Sebagai contoh akan
dihitung peluang kejadian untuk pertandingan Blackburn Rovers dan Wolverhampton
Wanderers dengan hasil pertandingan 1-0 menggunakan rumus perhitungan ramalan
hasil pertandingan (Grecu, 2006). Hasil perhitungan di atas didapatkan peluang
hasil pertandingan dengan skor 1-0 adalah 0,096 atau 9,6%. Untuk hasil
perhitungan kejadian yang lainnya dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Peluang
kejadian Wolverhampton Wanderers 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Blackburn Rovers 0
0.054 0.061 0.035 0.013 0.004 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 1 0.096 0.109
0.062 0.024 0.007 0.002 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 2 0.086 0.097 0.055 0.021
0.006 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 3 0.051 0.058 0.033 0.012 0.004 0.001
0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 4 0.023 0.026 0.015 0.006 0.002 0.000 0.000 0.000
0.000 0.000 0.000 5 0.008 0.009 0.005 0.002 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000
0.000 6 0.002 0.003 0.002 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 7
0.001 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 8 0.000 0.000
0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 9 0.000 0.000 0.000 0.000
0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 10 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000
0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000
Dari Tabel 3 dapat disimpulkan
bahwa kemungkinan terbesar hasil pertandingan Blackburn Rovers melawan
Wolverhampton Wanderers adalah 1-1. Hal ini disebabkan pada hasil tersebut
memiliki peluang sebesar 0,109 (10,9%). Tabel 4 Pemberian Nilai Ketepatan
Peramalan (Menang, Seri, Kalah) TIM Tuan Rumah TIM Tamu Prediksi Hasil Nilai
Nama Nama TR TT TR TT Wigan Athletic Norwich City 1 1 1 1 1 Newcastle United
Arsenal 1 2 0 0 0 West Bromwich Albion Manchester United 0 3 1 2 1 Pada Tabel 4
untuk pertandingan pertama diberi nilai 1 karena hasil ramalan dan hasil aktual
menunjukkan hasil seri. Pada pertandingan kedua diberi nilai 0 karena hasil
ramalan menunjukkan kekalahan untuk Newcastle United sedangkan hasil aktual
menunjukkan hasil seri. Pada pertandingan ketiga diberi nilai 1 karena hasil
ramalan dan hasil aktual sama-sama menunjukkan kemenangan untuk Manchester
United. Ketepatan peramalan hasil pertandingan (menang, seri, kalah) dapat
dihitung dengan membandingkan hasil ramalan dan hasil aktual (menang, seri,
kalah) terlebih dahulu. Dari 178 pertandingan didapatkan 102 peramalan yang
sesuai dengan hasil aktual sehingga ketepatan peramalan (menang, kalah, seri)
secara persentase adalah Tabel 5 Hasil Perhitungan PE Untuk 2 Pertandingan TIM
Tuan Rumah TIM Tamu Prediksi Hasil PEi Nama Nama TR TT TR TT TR TT Blackburn
Rovers Wolverhampton Wanderers 1 1 1 2 0 50 Fulham Aston Villa 1 0 0 0 - -
Dikarenakan ada nilai aktual (hasil pertandingan) adalah 0, maka nilai PE tidak
dapat dihitung (undefined). Nilai PE total dari 178 pertandingan adalah 16205%.
Karena adanya nilai undefined, maka nilai tersebut tidak dimasukan ke dalam
perhitungan MAPE. Dengan perhitungan MAPE untuk mencari ketepatan peramalan gol
yang diciptakan setiap tim. Nilai MAPE menunjukkan kesalahan peramalan jumlah
gol untuk tim tuan rumah adalah 56,18519%, kesalahan peramalan jumlah gol untuk
tim tamu adalah 68,4127% dan kesalahan peramalan jumlah gol secara keseluruhan
adalah 62,088%. Berdasarkan uraian diatas, diperoleh hal-hal berikut. Peramalan
dengan menggunakan Distribusi Poisson dapat dilakukan. Hal ini terlihat dari
diperolehnya 178 peramalan untuk seluruh pertandingan paruh musim English
Premier League. Hasil tersebut memang masih memiliki tingkat kesalahan yang
cukup tinggi. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa hasil peramalan
tersebut cukup memberikan hasil yang memuaskan. Untuk peramalan mengenai
menang, kalah, dan seri diperoleh ketepatan sebesar 57,303%. Hasil ini sudah
cukup baik, sebab hampir mencapai 60%. Untuk peramalan mengenai hasil skor
sepak bola diperoleh nilai MAPE sebesar 62,088% dengan 261 nilai PE. Hasil
tersebut cukup besar dikarenakan perhitungan PE tidak tepat untuk data ramalan
yang bernilai kecil. Nilai ramalan dan nilai aktual yang kecil menyebabkan
nilai PE yang besar, berlaku sebaliknya jika nilai ramalan bernilai besar,
nilai aktual bernilai besar dan nilai selisih antara aktual dan ramalan
bernilai kecil akan menghasilkan nilai PE yang kecil. Penambahan 100 poin pada
tim tuan rumah dikarenakan faktor sebagai tim tuan rumah yang mendapatkan
dukungan supporter lebih banyak dan tim yang sudah terbiasa dengan kondisi
lapangan. Selain itu jika dalam penelitian ini tidak dilakukan penambahan 100
poin terhadap tim tuan rumah maka didapatkan hasil peramalan menang, kalah, dan
seri yang lebih rendah yaitu 51,685% akan tetapi mendapatkan nilai yang lebih
baik pada perhitungan skor dengan MAPE senilai 58,77% untuk 262 nilai PE.
Sampai saat ini belum dapat ditentukan berapa penambahan nilai yang pantas
untuk tim tuan rumah.
3. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai peramalan hasil pertandingan
sepak bola dengan menggunakan Distribusi Poisson yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: peramalan
menggunakan Distribusi Poisson cukup baik karena memberikan nilai sebesar
57,303% untuk peramalan mengenai menang, kalah dan seri. Dengan diperolehnya
nilai MAPE sebesar 62,088%, dapat dinilai bahwa peramalan menggunakan
Distribusi Poisson kurang baik dalam peramalan jumlah gol yang dihasilkan oleh
tim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar